Sidoarjo — Mahasiswa semester 5 Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melaksanakan kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) di Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, sejak November 2025 hingga Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran untuk menerapkan ilmu kesehatan masyarakat secara langsung di lapangan sebagai bentuk integrasi antara akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pelaksanaan PBL dilakukan bekerja sama dengan PLT Puskesmas Waru dan Pemerintah Desa Kepuhkiriman. Mahasiswa berkolaborasi aktif dengan tenaga kesehatan, perangkat desa, kader posyandu, serta warga dalam mengidentifikasi dan mengatasi berbagai permasalahan kesehatan berbasis potensi lokal.

Koordinator Lapangan PBL, Maki Zamzam, S.Km., M.K.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini mencakup serangkaian tahapan mulai dari assessmen kondisi kesehatan masyarakat, miniloka bersama warga untuk menentukan prioritas masalah kesehatan, pelaksanaan program intervensi, hingga lokakarya hasil kegiatan di kantor desa. Melalui tahapan tersebut, mahasiswa bukan hanya belajar menganalisis isu kesehatan, tetapi juga melatih komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama lintas sektor.

“Kegiatan PBL ini memberikan pengalaman bermakna bagi mahasiswa untuk merancang solusi berbasis kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemitraan dengan sektor kesehatan di tingkat desa,” ujar Maki Zamzam.

Kegiatan PBL dilaksanakan di lima RW berbeda dalam wilayah Desa Kepuhkiriman. Setiap RW menjadi lokasi binaan satu kelompok mahasiswa semester 5, dengan sasaran utama warga dan kader posyandu di masing-masing wilayah. Program intervensi yang dijalankan bervariasi, menyesuaikan hasil prioritas masalah di tiap wilayah, meliputi upaya edukasi kesehatan, pelaksanaan aktivitas fisik bersama masyarakat, promosi gizi seimbang, serta intervensi pencegahan penyakit degeneratif.

Kepala Desa Kepuhkiriman, Bapak Sarengat, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Kami sangat terbantu dengan adanya mahasiswa UNUSA yang terjun langsung ke masyarakat. Program-program yang mereka jalankan bukan hanya memberikan pengetahuan baru bagi warga, tetapi juga membangun kesadaran pentingnya menjaga kesehatan bersama. Semoga kerja sama ini bisa terus berlanjut di masa mendatang,” ujar Bapak Sarengat.

Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Waru, dr. Novi, juga memberikan tanggapan positif atas pelaksanaan PBL.

“Kolaborasi antara mahasiswa, puskesmas, dan perangkat desa dalam kegiatan ini sangat baik. Mahasiswa dapat belajar dari praktik lapangan yang nyata, sementara masyarakat mendapatkan dampak langsung berupa edukasi dan penerapan perilaku hidup sehat. Ini contoh sinergi yang ideal antara dunia akademik dan pelayanan kesehatan masyarakat,” ungkap dr. Novi.

Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat UNUSA, Dwi Handayani, S.Km., M.Epid., turut mengapresiasi semangat mahasiswa dan dukungan berbagai pihak.

“Kami berkomitmen menjadikan PBL sebagai sarana komprehensif untuk mengasah kompetensi mahasiswa, sekaligus memperkuat kontribusi UNUSA terhadap pembangunan kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan calon tenaga kesehatan masyarakat yang memiliki empati, profesionalisme, dan daya analisis tinggi,” ujar Dwi Handayani.

Melalui kolaborasi antara pihak akademik, Puskesmas Waru, dan Pemerintah Desa Kepuhkiriman, kegiatan PBL ini diharapkan mampu memberikan dampak positif, baik dalam peningkatan pembelajaran mahasiswa semester 5 maupun dukungan terhadap program pembangunan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.