Wound dressing berbasis biomaterial alami terus dikembangkan karena berpotensi mendukung proses penyembuhan luka dengan lebih baik. Salah satu bahan yang menarik adalah kombinasi kolagen dan kitosan. Kolagen berperan dalam mendukung regenerasi jaringan, sedangkan kitosan dikenal memiliki sifat biokompatibel, biodegradabel, dan juga berpotensi sebagai antimikroba. Dalam riset ini, menggunakan kolagen berbasis ikan Gabus karena memiliki kandungan protein dan asam amino yang dikenal berperan penting dalam penyembuhan luka. Namun, formula komposit kolagen-kitosan rentan mengalami kontaminasi bakteri dan jamur selama proses pembuatan atau penyimpanan. Oleh karena itu, diperlukan metode sterilisasi yang efektif tanpa merusak struktur aktifnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas durasi paparan sinar Ultraviolet (UV) dalam menekan dan menurunkan angka pertumbuhan bakteri serta jamur pada komposit tersebut.

    Penelitian dilakukan dengan memberikan paparan UV pada dressing selama 0 (kontrol), 5, 10, 15, dan 30 menit. Selanjutnya, jumlah bakteri dan jamur dievaluasi menggunakan metode Total Plate Count. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan UV mampu menurunkan pertumbuhan bakteri dan jamur pada dressing. Durasi paparan UV selama 10 menit menjadi perlakuan yang paling efektif secara statistik dibandingkan kelompok tanpa paparan UV. Hal ini menunjukkan bahwa UV dapat digunakan sebagai metode sederhana untuk mengurangi kontaminasi mikroba pada wound dressing berbasis bahan alami.

  Secara ilmiah, UV bekerja dengan merusak DNA mikroorganisme sehingga menghambat pertumbuhan dan replikasinya. Namun, durasi paparan perlu dioptimalkan karena paparan yang terlalu lama berpotensi mempengaruhi struktur biomaterial, terutama kolagen yang sensitif terhadap perlakuan fisik.

   Riset ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sterilisasi wound dressing alami berbasis kolagen–kitosan ikan gabus terhadap kontaminasi bakteri dan jamur. Meski demikian, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengevaluasi perubahan sifat fisik, kimia, mekanik, serta keamanan biologis dressing setelah paparan UV. Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan bahwa paparan UV selama 10 menit berpotensi menjadi metode sterilisasi sederhana dan efektif untuk meningkatkan kualitas wound dressing kolagen–kitosan berbasis Channa striata.

Penulis : Ary Andini, Endah Prayekti, Nur Indah Kamaliyah, Nur Halimah. Program Studi D-IV Analis Kesehatan, Departemen Teknologi Kesehatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Dipublikasikan di : Bali Medical Journal (BMJ)

Judul : Effectivity of uv-light exposure on bacterial and fungal growth in Channa striata collagen-chitosan composite dressing for wound healing

DOI Artikel Jurnal : 10.15562/bmj.v11i3.3497