Surabaya – Dosen Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Mursyidul Ibad, S.KM., M.Kes menjelaskan perlunya penerapan protokol kesehatan saat pembelajaran secara langsung di sekolah.

Hal ini diungkapkan saat dirinya menjadi narasumber di Beritajatim Tv dengan tema sekolah tatap muka tetap jangan lupa pesan ibu 3M.

Dalam.acara itu, Ibad menjelaskan perlunya sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan. Dimana siswa untuk mulai menggunakan masker, mencuci tangan sebelum masuk sekolah hingga tetap menjaga jarak.

“Resikonya akan semakin membengkak dalam pengeluaran untuk menerapkan protokol kesehatan,” beber Ibad, Kamis (19/11).

Ibad menambahkan nantinya jika menerapkan sekolah tatap muka langsung juga harus diperhatikan kebersihan bangku atau benda yang kerap di pegang oleh siswa. “Seperti setiap beberapa jam bangku dan meja serta beberapa benda yang sering dipegang dibersihkan menggunakan disinfektan untuk mengantisipasi adanya penularan virus corona,” ungkapnya.

Dengan kondisi ini, Ibad tidak menampik jika akan berat untuk menerapkan oleh sekolah. Hal ini dikarenakan akan ada pembatasan siswa yang ada didalam kelas hingga menyemprotkan disinfektan ke tempat yang kerap di pegang. “Karena akan ada biaya tambahan untuk menerapkan ini semua,” ucapnya.

Ibad juga menjelaskan jika perlu adanya ventilasi yang cukup pada kelas. Ini dikarenakan banyak kelas yang sudah menggunakan pendingin ruangan seperti AC. “Jika kalau tidak begitu pintu kelas seseklai di buka untuk ada serkulasi udara,” ungkap pria berkacamata ini. (sar humas)