SURABAYA – Sebuah pilihan sederhana dapat menjadi awal dari perjalanan yang luar biasa. Bagi salah satu lulusan Program Studi S1 Gizi Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), keputusan untuk mengikuti saran orang tua empat tahun lalu menjadi awal perjalanan akademik yang penuh pelajaran, pengalaman, dan pencapaian. Perjalanan tersebut akhirnya mengantarkannya menyelesaikan pendidikan dengan predikat Dengan Pujian (Cumlaude) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92.
“Kalau waktu bisa diputar kembali, saya mungkin akan tetap memilih jalan yang sama. Bukan karena perjalanan ini selalu mudah, tetapi karena dari jalan inilah saya belajar begitu banyak hal tentang diri saya sendiri.” Kalimat tersebut menggambarkan bagaimana perjalanan kuliah bukan hanya tentang memperoleh gelar, melainkan juga tentang mengenal diri sendiri, menghadapi tantangan, dan menemukan makna dari setiap proses yang dijalani.
Berawal dari Pilihan Orang Tua, Berujung pada Banyak Pelajaran
Empat tahun lalu, menentukan perguruan tinggi menjadi salah satu keputusan penting dalam hidupnya. Saat mendapatkan kesempatan untuk diterima di dua universitas, ia sempat berada di persimpangan untuk menentukan pilihan.
Di tengah kebimbangan tersebut, kedua orang tuanya menyarankan agar ia memilih Fakultas Kesehatan UNUSA. Setelah mempertimbangkan pilihan itu, ia akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi S1 Gizi UNUSA.
Seiring berjalannya waktu, keputusan tersebut mempertemukannya dengan berbagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Ia tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman berorganisasi, berkompetisi, terlibat dalam penelitian, serta menjalin hubungan dengan banyak orang yang memberikan warna dalam perjalanan perkuliahannya.
Prinsip yang selalu dipegangnya adalah bahwa rida Allah bergantung pada rida orang tua. Baginya, menjalani pilihan yang baik dengan doa dan dukungan keluarga menjadi salah satu sumber kekuatan untuk terus melangkah.
Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, ia juga memiliki keinginan untuk menjadi pribadi yang dapat dibanggakan keluarga. Keinginan tersebut menjadi pengingat untuk terus berusaha memberikan yang terbaik, bukan demi menjadi sempurna, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab atas kesempatan pendidikan yang telah diperjuangkan orang tuanya.
Belajar, Berorganisasi, dan Berani Keluar dari Zona Nyaman
Selama menempuh pendidikan di Program Studi S1 Gizi UNUSA, ia meyakini bahwa belajar merupakan kunci untuk terus berkembang. Baginya, proses belajar tidak terbatas pada pemahaman materi di ruang kelas, tetapi juga mencakup keberanian mengambil kesempatan dan mencoba hal-hal baru.
Pengalaman mengikuti organisasi dan kepanitiaan mengajarkannya tentang tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, serta pentingnya menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh. Ia juga memperoleh apresiasi sebagai Best Staff Departemen, sebuah pencapaian yang disyukurinya sekaligus menjadi pengingat akan arti dedikasi dalam menjalankan tanggung jawab.
Di bidang akademik, ia berusaha menantang dirinya sendiri dengan mengikuti berbagai kompetisi. Usaha tersebut membuahkan hasil berupa medali emas dalam olimpiade bidang biologi.
Selain itu, ia mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari tim penelitian dosen di bidang gizi. Pengalaman tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk mengenal dunia penelitian dan memperluas pemahaman mengenai penerapan ilmu gizi.
Berbagai pengalaman itu menunjukkan bahwa masa kuliah dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan secara menyeluruh. Pengetahuan akademik, keterampilan bekerja sama, pengalaman berorganisasi, dan keberanian menghadapi tantangan menjadi bekal yang saling melengkapi.
Kegagalan Bukan Akhir dari Perjalanan
Di balik pencapaian yang terlihat, perjalanan akademik tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada kegagalan, penolakan, dan kekecewaan yang harus dihadapi sepanjang prosesnya.
Namun, pengalaman tersebut justru membantunya memahami bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Kegagalan menjadi kesempatan untuk mengambil jeda, mengevaluasi langkah, memperbaiki kekurangan, dan mencoba kembali dengan cara yang lebih baik.
Ia belajar bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang selama bersedia belajar dan terus berusaha. Tidak semua proses harus menghasilkan keberhasilan secara langsung, sebab sebagian pengalaman justru memberikan pelajaran berharga yang tidak bisa diperoleh dengan cara lain.
Pandangan tersebut menjadi salah satu bekal penting selama menjalani perkuliahan. Baginya, keberhasilan bukan semata-mata tentang seberapa cepat seseorang mencapai tujuan, tetapi juga tentang bagaimana ia bertahan, belajar, dan bertumbuh ketika menghadapi kesulitan.
Perjalanan selama empat tahun tersebut mengantarkannya dengan predikat Dengan Pujian (Cumlaude) dan IPK 3,92. Bagi dirinya, angka tersebut bukan sekadar hasil akhir dari proses akademik. Di baliknya terdapat doa orang tua, dukungan keluarga, arahan para dosen, bantuan teman-teman, serta berbagai pengalaman yang membentuk dirinya selama menjadi mahasiswa. Pencapaian ini menjadi pengingat bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar.
Melangkah ke Masa Depan dengan Semangat Bertumbuh
Tidak ada yang benar-benar mengetahui bagaimana perjalanan pada masa depan akan berlangsung. Namun, pengalaman selama menempuh pendidikan di UNUSA memberinya satu keyakinan: selama seseorang bersedia belajar, selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik. Ia ingin membawa nilai-nilai yang diperoleh selama kuliah ke dalam perjalanan berikutnya. Bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga tanggung jawab, ketekunan, rasa syukur, dan kesadaran bahwa setiap kesempatan perlu dijalani dengan sepenuh hati.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari keyakinan yang sempurna terhadap sebuah pilihan. Terkadang, keberhasilan tumbuh dari keberanian untuk melangkah, kesediaan menjalani proses, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. “Mari tumbuh dan mekar dengan indah di setiap musim yang hangat.” Sebuah pesan sederhana yang merangkum perjalanan panjang dari kebimbangan menuju keyakinan, dari kegagalan menuju pembelajaran, dan dari bangku kuliah menuju masa depan yang penuh kemungkinan.
Bagi Fakultas Kesehatan UNUSA, kisah perjalanan mahasiswa seperti ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, melainkan juga tentang proses membentuk pribadi yang terus belajar, bertanggung jawab, dan siap memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Penulis: Cindy Fatihatul Aulia Hany – Wisudawan Terbaik Prodi S1 Gizi
Komentar Terbaru