Di bawah kepemimpinan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kemenkes RI kini sedang menggenjot pemerataan dan percepatan penyediaan fasilitas laboratorium patologi anatomi (PA) di berbagai penjuru tanah air. Langkah strategis ini bertujuan untuk memangkas kesenjangan akses layanan medis serta mempercepat proses deteksi dini penyakit mematikan, khususnya kanker di daerah-daerah. Jumlah kasus kanker di Indonesia mencapai sekitar 400 ribu kasus dengan angka kematian mencapai 59,24%.

Upaya pemerintah dalam melakukan percepatan peningkatan layanan tersebut harus di imbangi dengan Sumber Daya Manusia yang kompeten dalam bidang tersebut. Profesi yang diberikan tanggung jawab tersebut salah satunya Tenaga Teknologi Laboratorium Medik (TTLM). TTLM adalah tenaga kesehatan profesional yang bertugas melakukan analisis terhadap sampel cairan dan jaringan tubuh manusia untuk menegakkan diagnosis penyakit. 

Kompetensi pada bidang patologi anatomi yang diajarkan Perguruan Tinggi kepada TTLM dinilai masih kurang. Oleh karena itu program studi D-IV Analis Kesehatan melakukan studi banding ke Universiti Putra Malaysia sebagai bagian upaya pertukaran informasi mengenai pelayanan PA di Malaysia. Kegiatan ini dirasa perlu karena Malaysia telah lebih dahulu melakukan pemeriksaan PA menggunakan alat otomatis, pemeriksaan tidak hanya meliputi jaringan tapi juga hingga sel. Pemanfaatan teknologi dalam pelayanan PA sangat penting karena akan meningkatkan kecepatan pelayanan dan kepuasan pasien.

Pelayanan PA di Indonesia menjadi krusial karena pemeriksaan PA menjadi standar emas penegakan diagnosis seperti keganasan (kanker), tumor dan berbagai perubahan morfologi jaringan lainnya. Pelayanan yang dilakukan yaitu histopatologi, sitopatologi dan biopsi aspirasi jarum halus. Pemeriksaan histopatologi merupakan pelayanan pemeriksaan terhadap jaringan tubuh guna mendeteksi tumor jinak atau ganas. Pemeriksaan sitologi merupakan pelayanan pemeriksaan sel pada cairan tubuh. Pemeriksaan biopsi aspirasi jarum halus merupakan pemeriksaan jaringan dengan pengambilan menggunakan jarum suntik tipis.

Kementerian Kesehatan juga melakukan pengembangan dalam pelayan PA, salah satu pelayanan yang dikembangkan saat ini yaitu imunohistokimia, pelayanan tersebut merupakan pelayanan pemeriksaan jaringan dengan menggunakan penanda antibodi untuk menentukan secara spesifik jenis kanker dan sangat penting untuk terapi target kanker modern. Hal ini terlihat dari banyaknya laboratorium yang di kembangan ke arah pelayanan PA mengingat masih tingginya kasus keganasan di Indonesia.

TTLM saat ini masih banyak di fokuskan pada pelayanan patologi klinik, dan masih sangat jarang kampus atau perguruan tinggi secara mendalam mengajarkan bidang PA. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan memfasilitasi TTLM untuk meningkatkan kompetensinya melalui Workshop dan Pelatihan bahkan magang di RS khusus sebagai upaya meningkatkan kompetensi melalui platform Satu Sehat.

Diharapkan dengan adanya berbagai macam program dari perguruan tinggi, kegiatan yang diadakan di kementerian dapat menjawab tantangan percepatan dalam penyediaan layanan laboratorium Patologi Anatomi di Indonesia.

Penulis : Dr. Gilang Nugraha, S.Si., M.Si