SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menyelenggarakan Wisuda ke-22 pada Selasa, 29 September 2026, di Dyandra Convention Hall, Surabaya. Prosesi wisuda ini diikuti oleh 1.038 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Ahli Madya, Sarjana, Magister, hingga Profesi.

Momen wisuda menjadi penanda keberhasilan para lulusan dalam menyelesaikan pendidikan sekaligus awal perjalanan baru untuk berkontribusi di dunia kerja dan masyarakat. Lebih dari sekadar seremoni akademik, Wisuda ke-22 UNUSA juga menjadi momentum untuk meneguhkan nilai-nilai karakter yang harus dibawa para lulusan dalam kehidupan profesional.

Rektor UNUSA Bekali Lulusan dengan Tiga Pesan Penting

Rektor UNUSA, Prof. Ir. Tri Yogi Yuwono, menitipkan tiga pesan utama kepada para wisudawan sebelum memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat. Pesan tersebut menekankan pentingnya ketekunan, integritas dan akhlak, serta penghormatan kepada orang tua.

1. Ketekunan dan Kerja Keras sebagai Kunci Menghadapi Persaingan

Memasuki dunia kerja, para lulusan akan berhadapan dengan lingkungan yang kompetitif dan bersaing dengan lulusan dari berbagai perguruan tinggi. Oleh karena itu, kemampuan akademik perlu disertai kedisiplinan, ketekunan, dan daya juang untuk terus berkembang.

Rektor UNUSA menegaskan bahwa ketekunan dan kerja keras memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan seseorang.

“Orang yang tekun dan rajin akan selalu mengalahkan orang pintar yang malas,” tegasnya.

Pesan ini menjadi pengingat bagi para lulusan Fakultas Kesehatan UNUSA untuk terus meningkatkan kompetensi, memperbarui pengetahuan, serta menjaga profesionalisme dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.

2. Menjaga Integritas, Adab, dan Empati di Era Teknologi

Pesan kedua adalah pentingnya menjaga integritas, adab, dan empati dalam setiap aspek kehidupan. Sebagai lulusan UNUSA yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan, para wisudawan diharapkan tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan tanggung jawab moral.

Nilai-nilai tersebut semakin relevan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan disrupsi teknologi. Kemajuan teknologi memang membuka banyak peluang, tetapi sentuhan kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dalam membangun hubungan dan memberikan pelayanan yang bermakna.

“Teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan hati manusia, rasa empati, dan solidaritas sosial,” ujarnya.

Bagi lulusan Fakultas Kesehatan UNUSA, pesan ini memiliki makna khusus. Tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis dan ketepatan dalam bekerja, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan yang humanis, menghormati martabat pasien, menjaga kerahasiaan, serta menunjukkan kepedulian kepada sesama.

Rektor juga mengingatkan bahwa kecerdasan dan prestasi perlu berjalan seiring dengan adab, sopan santun, serta penghormatan terhadap orang lain. Kompetensi profesional akan semakin bermakna apabila disertai integritas dan akhlak yang baik.

3. Tidak Melupakan Jasa Orang Tua dan Keluarga

Pesan ketiga yang disampaikan Rektor UNUSA adalah agar para lulusan tidak melupakan jasa orang tua dan keluarga yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.

Di balik keberhasilan seorang wisudawan, terdapat doa, pengorbanan, dukungan, dan perjuangan keluarga yang sering kali tidak terlihat. Karena itu, pencapaian akademik hendaknya menjadi awal untuk terus berbakti, menghormati orang tua, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

“Jangan pernah lupakan jasa mereka. Kesuksesan karier kalian ke depan akan sangat tergantung pada seberapa besar kalian berbakti dan menghormati orang tua,” pesannya.

Pesan tersebut mengingatkan para lulusan bahwa keberhasilan bukan hanya diukur melalui pencapaian karier, tetapi juga melalui karakter, rasa syukur, dan kemampuan untuk membalas kebaikan orang-orang yang telah mendukung perjalanan hidup mereka.

1.038 Wisudawan, Awal Pengabdian dan Kontribusi bagi Masyarakat

Wisuda ke-22 UNUSA diikuti oleh 1.038 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan. Capaian ini mencerminkan perjalanan akademik para lulusan yang kini bersiap menerapkan ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

Dalam informasi mengenai wisuda tersebut, tercatat pula 14 wisudawan non-Muslim. Sebanyak 11 orang atau sekitar 78,6 persen di antaranya meraih predikat pujian (cum laude). Pencapaian ini menjadi bagian dari keberagaman dan prestasi akademik para lulusan UNUSA.

Bagi Fakultas Kesehatan UNUSA, kelulusan para mahasiswa merupakan langkah awal untuk memperluas kontribusi dalam pembangunan kesehatan. Lulusan diharapkan mampu menjadi tenaga profesional yang kompeten, berintegritas, menjunjung tinggi etika, serta mengedepankan empati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Wisuda ke-22 UNUSA Tahun 2026. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk berkarya, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi sesama.

Saksikan dokumentasi Wisuda ke-22 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya melalui kanal YouTube resmi UNUSA:
https://www.youtube.com/watch?v=YGgfHdu7nYM&t=5s