Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) identik dengan kemampuan yang praktik yang siap digunakan di dunia kerja. Hal ini mengharuskan siswa untuk menguasai dengan baik keahlian yang diberikan di SMK. Salah satu SMK Kesehatan yang menjadi favorit bagi warga surabaya adalah SMK Bina Husada Surabaya. Adapun jurusan pada SMK Bina Husada diantaranya adalah Analis Kesehatan. Salah satu materi penting yang harus dikuasai oleh siswa adalah terkait pengecatan bakteri. Namun kurikulum pendidikan sekolah hanya mewajibkan penguasaan pada pengecatan gram bakteri saja. Bidang Mikrobiologi yang mengarah pada kesehatan, tidak hanya pada pengecatan gram saja namun juga ada pengecatan endospora dan tahan asam. Materi yang belum didapatkan tersebut dapat didalami saat Praktik Kerja Lapangan (PKL) ataupun pada kegiatan pelatihan diluar kegiatan pembelajaran.

UNUSA dengan motto “Menghasilkan Generasi Rahmatan Lil‘Alamin” sangat concern terhadap peningkatan keilmuan bagi berbagai pihak. Diantaranya mendukung kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ke SMK Bina Husada Surabaya dengan tujuan penguatan salah satu kompetensi siswa SMK Bina Husada yaitu penguatan kompetensi pengecatan dan safety laboratorium. Kegiatan dilakukan oleh tim dosen dengan ketua Endah Prayekti dan didukung oleh mahasiswa yaitu Naysheila Prilinka Rozi, Nanda Noer Damayanti, dan Isfanani Ilma Nafia. Ketua kegiatan PkM merupakan salah satu dosen mikrobiologi Departemen Teknologi Kesehatan Program Studi D-IV Analis Kesehatan UNUSA. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026, bertempat di dua tempat yaitu SMK Bina Husada dan Laboratorium Mikrobiologi UNUSA. Kegiatan dilakukan menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif dan praktik hands on bagi siswa SMK. Kegiatan diikuti oleh siswa SMK Bina Husada Surabaya sejumlah 15 orang. Melalui kegiatan edukasi dan pelatihan praktik ini, siswa SMK Analis Kesehatan diharapkan mampu memahami berbagai teknik pengecatan bakteri, menerapkan prinsip keselamatan kerja di laboratorium mikrobiologi, serta meningkatkan keterampilan praktis sebagai bekal menghadapi pembelajaran lanjutan maupun dunia kerja di bidang laboratorium kesehatan.

Kegiatan dimulai dengan mengerjakan soal pre test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa. Dosen memberikan penjelasan tentang dasar-dasar teknik pewarnaan bakteri, jenis-jenis metode pewarnaan, peran dari setiap teknik tersebut, serta langkah-langkah keamanan kerja yang harus diikuti dalam laboratorium mikrobiologi. Materi diajarkan dengan cara yang interaktif, sehingga siswa dapat berdiskusi dan mengajukan pertanyaan. Setelah materi disampaikan, siswa langsung mengikuti latihan praktik dalam pengecatan bakteri. Setiap kelompok diberikan bimbingan oleh dosen dan mahasiswa, sehingga setiap tahapan mulai dari pembuatan preparat, proses pewarnaan, hingga pengamatan hasil menggunakan mikroskop, dapat dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku dengan baik dan benar. Pendampingan ini juga berperan dalam memperbaiki kesalahan teknis yang masih sering terjadi pada siswa, sehingga kemampuan mereka dapat berkembang secara bertahap. Pada akhir sesi dilakukan post test sebagai penilaian terhadap hasil belajar yang telah dicapai. Selain itu, memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif dan mendapatkan nilai terbaik sebagai dorongan tambahan yang memotivasi siswa untuk lebih bersemangat. 

Kegiatan yang memadukan penyampaian materi, demonstrasi, metode pembelajaran yang menggabungkan edukasi, praktik langsung, dan bimbingan yang intensif, serta evaluasi melalui pre test dan post test berhasil membantu siswa memahami materi dengan baik, mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kepercayaan diri siswa dalam melakukan pengecatan bakteri sesuai prosedur yang benar. Selain itu, siswa juga semakin memahami pentingnya menerapkan prosedur keselamatan kerja saat melakukan praktikum di laboratorium.  Dengan demikian, kegiatan ini menjadi langkah yang efektif dalam memperkuat kompetensi dasar mikrobiologi. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan durasi yang lebih panjang sehingga peserta memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperdalam keterampilan praktis dan meningkatkan kompetensinya. (AWP)