Bagi saya, wisuda bukan hanya tentang memakai toga dan membawa pulang ijazah. Ada banyak cerita, pengalaman dan proses yang saya bawa sampai di titik ini. Saya, Angelita Nimas Yuniar, lulusan S1 Kesehatan Masyarakat, peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Menjadi seorang sarjana merupakan hal yang sangat berarti bagi saya, terlebih karena saya adalah anak pertama di keluarga yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi. Namun, perjalanan menuju titik ini tidak selalu mudah.
Belajar Bertahan dari Berbagai Proses
Saat awal memasuki dunia perkuliahan, saya sempat mengalami musibah berupa kecelakaan. Selain itu, selama menjalani masa kuliah saya juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari masalah pertemanan, tuntutan akademik, hingga harus membagi waktu dengan berbagai kegiatan.
Ada masa ketika saya merasa lelah dan kehilangan motivasi. Tetapi saya memilih untuk tetap melanjutkan apa yang sudah saya mulai. Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa perjalanan tidak harus selalu berjalan sesuai rencana. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap berusaha ketika menghadapi keadaan yang tidak sesuai harapan.
Kuliah Bukan Hanya tentang Akademik
Selama menjadi mahasiswa UNUSA, Saya aktif dalam ISMKMI, HMKM UNUSA dan UKM RAN. Dari organisasi, saya belajar bekerja sama, berkomunikasi, mengatur kegiatan, bertanggung jawab, serta berani menyampaikan pendapat. Salah satu pengalaman yang berkesan adalah ketika saya meraih Juara 2 Motion Challenge pada Musyawarah Wilayah 3 ISMKMI di Universitas Diponegoro.

Pada 2024, saya juga mendapat kepercayaan sebagai Wakil Koordinator Daerah Jawa Timur ISMKMI. Saya ikut terlibat dalam menyuarakan isu kesehatan masyarakat, termasuk terkait World Tobacco Asia (WTA) dan World Vape Show (WVS) di Surabaya. Saya juga mendapat kesempatan untuk berani menyuarakan persoalan kesehatan di masyarakat.
Kesempatan yang Membawa Tanggung Jawab
Selama kuliah, saya bersyukur mendapat kesempatan menjadi Awardee Beasiswa Cendekia BAZNAS RI 2024. Saya juga mendapatkan dukungan biaya riset dari BAZNAS untuk penelitian saya. Bagi saya,
kesempatan tersebut bukan hanya tentang bantuan, tetapi juga menjadi bentuk kepercayaan yang membuat saya semakin termotivasi untuk belajar dan menyelesaikan tanggung jawab dengan sebaik mungkin.
Belajar dari Organisasi, Usaha dan Pengalaman Baru
Selain organisasi, saya juga mendapat pengalaman mengelola usaha melalui ZCoffee UNUSA. Menjalankan usaha sambil kuliah mengajarkan saya bagaimana membagi waktu, bekerja dalam tim, memberikan pelayanan dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan.
Saya juga pernah mengikuti program pertukaran pelajar ke Malaysia. Bertemu dengan lingkungan dan orang-orang baru membuat saya belajar untuk beradaptasi dan melihat sesuatu dari sudut pandang yang lebih luas. Dari berbagai pengalaman tersebut saya menyadari bahwa banyak pelajaran penting yang justru saya dapatkan ketika berani mencoba hal-hal baru.
Bukan Hanya Membawa Ijazah
Menjadi sarjana sebagai anak pertama di keluarga membuat momen wisuda terasa sangat istimewa bagi saya. Ketika melihat kembali perjalanan selama kuliah, saya sadar bahwa yang saya bawa pulang bukan hanya ijazah.
Saya membawa pengalaman berorganisasi, pengalaman mengelola usaha, prestasi, kesempatan mendapatkan beasiswa, pengalaman penelitian, kemampuan berkomunikasi dan banyak pelajaran tentang tanggung jawab serta ketekunan. Bagi saya, ijazah adalah bukti bahwa saya telah menyelesaikan pendidikan. Namun, pengalaman dan prestasi adalah bagian dari cerita tentang bagaimana saya menjalani proses tersebut.
Setelah Wisuda, Perjalanan Baru Dimulai
Sekarang, satu bagian dari perjalanan saya telah selesai. Tetapi saya tahu bahwa setelah
wisuda akan ada perjalanan baru dengan tantangan yang berbeda. Untuk teman-teman yang masih menjalani masa kuliah, saya ingin berbagi satu hal: jangan hanya mengejar kelulusan. Manfaatkan masa kuliah untuk mencoba, belajar, berorganisasi, membangun pengalaman dan mengembangkan diri.
Jangan terlalu membandingkan perjalanan kita dengan orang lain. Setiap orang memiliki
proses dan waktunya masing-masing. Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari UNUSA. Di sini saya tidak hanya mendapatkan ilmu dari perkuliahan, tetapi juga kesempatan untuk mencoba banyak hal dan mengenal diri saya sendiri. Perjalanan sebagai mahasiswa telah selesai. Saya menutupnya dengan membawa ijazah, prestasi, pengalaman dan banyak cerita. Dan sekarang, perjalanan untuk terus belajar, berkembang dan memberikan manfaat baru saja dimulai.
Penulis: Angelita Nimas Yuniar – Mahasiswa S1 Kesehatan masyarakat
Komentar Terbaru