SURABAYA — Menjadi wisudawan terbaik bukan sekadar tentang nilai akademik atau gelar yang disandang saat kelulusan. Bagi seorang lulusan Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), pencapaian ini merupakan buah dari perjuangan panjang, kesempatan pendidikan, dan dukungan keluarga yang tidak pernah berhenti berharap.
Lahir dan tumbuh di tengah keluarga dengan kondisi ekonomi sederhana, ia memiliki ayah yang setiap hari bekerja sebagai pengemudi ojek online. Baginya, bisa mengenyam pendidikan tinggi pernah terasa seperti mimpi yang sulit diwujudkan. Namun, kesempatan memperoleh beasiswa penuh dari UNUSA menjadi titik awal yang mengubah perjalanan hidupnya. Kisah ini menjadi pengingat bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi akhir dari sebuah impian ketika kesempatan, kerja keras, dan dukungan yang tepat hadir dalam perjalanan seseorang.
Awal dari Perjalanan Besar, Duta Kampus UNUSA 2023 hingga lolos pendanaan PKM
Pada masa awal perkuliahan, ia mulai beradaptasi dengan lingkungan kampus dan mengenal lebih dekat proses pembelajaran di program studi. Keraguan yang semula muncul perlahan berganti menjadi keyakinan berkat dukungan dosen, program studi, dan fakultas yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang.
Perjalanan prestasinya mulai menunjukkan hasil pada semester kedua. Dengan bimbingan dan dukungan kampus, ia berhasil meraih prestasi sebagai Duta Kampus UNUSA Tahun 2023. Pencapaian ini memperlihatkan bahwa mahasiswa memiliki ruang untuk berkembang di luar kegiatan akademik, termasuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan keterlibatan dalam lingkungan kampus. Prestasi tersebut juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter yang kelak berguna dalam menghadapi tantangan profesional.
Semangat untuk terus berkembang berlanjut pada semester berikutnya. Bersama tim, ia mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), sebuah program yang membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan kreatif melalui kegiatan berbasis ide dan inovasi. Dengan dukungan dan dorongan dari pihak kampus, ide yang mereka ajukan berhasil lolos seleksi dan memperoleh pendanaan dari pemerintah.
Pengalaman ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi, kreativitas, dan keberanian mahasiswa untuk mengembangkan gagasan. Di perguruan tinggi, proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan yang menuntut berpikir kritis, kerja sama tim, dan penyelesaian masalah. Pengalaman mengikuti PKM menjadi salah satu bekal berharga dalam membangun pola pikir yang lebih terbuka terhadap tantangan dan peluang.
Belajar Langsung dari Dunia Industri melalui Magang di ExxonMobil
Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama masa perkuliahan adalah kesempatan menjalani magang pada semester kelima di ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi. Bagi mahasiswa K3, pengalaman di lingkungan industri memberikan kesempatan untuk memperdalam pemahaman tentang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam situasi nyata. Dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan teori; diperlukan pula kedisiplinan, ketelitian, kemampuan beradaptasi, dan kesadaran terhadap risiko kerja.
Kesempatan magang tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang menghubungkan materi perkuliahan dengan kebutuhan profesional. Ia juga merasakan manfaat sistem akademik UNUSA yang memungkinkan kegiatan magang dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS). Dengan demikian, pengalaman belajar di dunia industri dapat menjadi bagian dari perjalanan akademik mahasiswa. Pengalaman ini memperlihatkan pentingnya pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja, khususnya dalam menyiapkan lulusan K3 yang memahami tantangan keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai sektor industri.
Wisudawan Terbaik, Persembahan untuk Orang Tua
Pencapaian sebagai Wisudawan Terbaik Program Studi D-IV K3 memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar gelar penghargaan. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat perjuangan keluarga yang menjadi sumber kekuatan. Ayah yang setiap hari bekerja sebagai pengemudi ojek online menjadi bagian penting dari cerita perjalanan pendidikannya. Dukungan dan pengorbanan orang tua menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian memiliki cerita yang layak dihargai.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Fakultas Kesehatan UNUSA atas kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan memaksimalkan potensi diri. Pencapaian tersebut dipersembahkan untuk kedua orang tua dan almamater yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Baginya, keberhasilan bukan hanya tentang apa yang berhasil diraih, melainkan juga tentang menghargai proses dan orang-orang yang telah membantu mengantarkan seseorang sampai pada titik tersebut.
Penulis: Devlin Aldyandi – Mahasiswa D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Komentar Terbaru